Deteksi Bakat Mem-bully
“Ngaku-nya, kita itu kakak kelas yg
baik. Males bgt berurusan sm yg namanya gencet-menggencet ade kelas.
Tapi, yakin diri kita memang benar-benar “bersih” dari bullying?
Jangan-jangan, dengan mengatasnamakan senioritas, kita udah melakukan
tindakan bully. Nah, utk menghindarinya, deteksi “bibit-bibit”
perilaku bully berikut ini"1. Memanggil adik kelas dengan membentak.
2. Selalu menatap adik kelas dengan jutek dan sinis.
3. Apa yang junior kerjakan, termasuk di ekskul dan organisasi siswa, nggak ada yang benar di mata kita.
Membuat peraturan yang menyebutkan bahwa “Senior selalu benar”.
4. Hobi mengerjai dan mempermalukan adik kelas. Misalnya dengan menyuruhnya nyanyi dan berjoget di depan umum. Sekali dua kali untuk tujuan unjuk bakat, sih, nggak apa-apa. Tapi kalau keseringan dan dengan jalan memaksa, berarti kita sudah kelewat batas.
5. Memerintahkan junior untuk jadi kacung kita. Seperti, menyuruh dia memesankan (bahkan membayarkan) makanan di kantin, membawakan tas sekolah, print tugas sekolah kita dan lain-lain.
6. Mengolok-olok dan meneriaki adik kelas saat mereka tampil di acara sekolah, dengan dalih supaya mereka kuat mental.
7. Suka mencela/ meledek penampilan dan fisik adik kelas, meskipun nggak secara langsung di depan orangnya.
8. Menghalang-halangi adik kelas menikmati fasilitas sekolah yang berhak mereka gunakan. Termasuk juga dengan melarang mereka melewati lorong tertentu atau makan di kantin, lho!
Nah, kalo kita dan teman-teman yang lain mulai melakukan hal-hal diatas, maka harus segera di-stop. Nanti kalo terus dibiarin, berarti kita sama aja dengan senior pem-bully lainnya. Lo mau?
0 komentar:
Posting Komentar