INVESTO di SURABAYA | 13 - 14 Januari 2012
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DIPERKOSA KOTA
Daripada lo sinis duluan baca judul pameran ini, mending lo langsung baca ulasan nya.
Ruang Rupa Galery, Jakarta. Jum’at 10 juni 2011
Jangan
dulu sinis ketika lo baca judulnya, “Diperkosa Kota” ini adalah sebuah
pameran seni rupa, mulai dari mixed media, sampai photography. Pameran
“Diperkosa Kota” ini adalah program lanjutan dari “JAKARTA 32°C”. Kalo
lo sering ke ruang rupa, lo pasti dateng dong ke acara “JAKARTA 32°C”
Desember 2010 lalu, Ruang Rupa ngasih penghargaan buat 5 karya terbaik
yang ikut berpameran, 5 karya yang terpilih ini kembali di kasih
kesempatan untuk menampilkan karya-karya baru mereka di dalam pameran
“DIPERKOSA KOTA”.
“DIPERKOSA KOTA” adalah gambaran tentang kusutnya kota Jakarta yang sudah banyak di padati oleh segambreng kendaraan yang memadati jalan, ragam kehidupan yang bermacam macam, dari mulai pembicaraan di twitter yang lo dan temen temen lo lakuin tiap hari, banjir, polusi udara, hingga tata kota yang kusut bagaikan tumpukan jerami. Buset.
Pameran “DIPERKOSA KOTA” ini berlangsung selama 8 hari berturut-turut, dari tanggal 10 Juni sampai 18 Juni 2010. Menampilkan karya-karya apik nan menarik dari Angga Cipta a.k.a ACIP yang menggambarkan kemacetan kota Jakarta dengan stiker interaktif peta Jakarta, wallpaper pola kehidupan Jakarta, hingga free posters. Ada juga Dhemas Reviyanto yang menamai karya photography-nya dengan julukan kuda besi, menampilkan berbagai macam potret motor-motor pengangkut yang terkena dampak dari keras nya kehidupan kaum urban.

Ficky Fahreza yang menampilkan keragaman pembicaraan di dunia maya seperti twitter yang biasa lo lakuin setiap harinya, candaan, bualan, curhat, pemikiran, ide, doktrin, visi, misi, dan banyak lagi bahasan lain. Ada pula Syaiful Ardianto yang nampilin poster berisikan teks dan gambar yang mendukung tentang permasalahan yang jadi makanan sehari-hari lo dan seluruh masyarakat. Terakhir ada Komunitas Pencinta Kertas yang menata kota Jakarta ini dengan membuat maket dari bahan kertas daur ulang. Pada acara pembukaannya, ada juga yang ga mau kalah nampil nih. Penampilan pesulap urban juga ikut meramaikan suasana jumat malam yang ceria.


Jakarta Fair 2011
SID membawa energi.
Keseluruhan
paket yang kemudian pada titik tertentu dapat menawarkan sebuah
identitas. Dari mulai musik, lirik dan fisik. Musik punk rock yang
dibawakan mempunyai karakter kuat dengan dipadu dengan unsur rock
n'roll atau dikenal dengan istilah Rockabilly dan jenis musik ini yang
semakin hari semakin digandrungi oleh band-band Indonesia sekarang ini.
Lirik lagu dari band asal Bali ini, mempunyai nilai persuasi
yang tinggi. Tema-tema sosial seperti lagu berjudul “outsider” yang
dibawakan malam itu. Lagu yang mengajak sekaligus membuat citra akan
sesuatu, yaitu outsiders itu sendiri. Bahwa jadilah seorang outsiders,
seorang yang berani di luar sistem untuk melakukan pembaharuan.
Kemudian
yang menarik adalah bahwa Superman Is Dead turut mencitrakan Outsiders
sebagai fans resmi band ini. Maka yang terjadi adalah ketika mereka
ingin dianggap sebagai seorang yang berani untuk berada di luar sistem
tersebut, menjadi fans dari band ini adalah cara yang mudah dan
menyenangkan.
Tampilan SID sendiri yang mencerminkan
kebebasan berekspresi, dimana malam itu tersaji si Jerinx dengan
memakai kostum setelan formal tapi tanpa lengan dan bertatoo pula,
merupakan daya tarik khususnya bagi anak-anak muda.
Adalah
yang sangat luar biasa tentang bagaimana SID menjalani karier
bermusiknya ini. Band ini sudah menjadi besar dan akan lebih besar lagi
dengan konsep yang dimilki. Baik konsep secara musikalitasnya maupun
konsep mengenai idealismenya.
Celakanya, pada level tertentu, penguatan identitas itu dapat mengakibatkan pelemahan untuk berpikir secara luas.
Keberadaan
sebuah identitas tersebut yang justru dapat menjadi pemicu sentrisme
bahkan sentimentisme. Seperti apa yang terjadi malam itu, sebelum SID
naik ke atas panggung, Pee Wee Gaskin diatas panggung dilempari dan
dicemooh oleh sebagaian besar penonton yang hadir. Alasan kebencian
penonton akan Pee Wee Gaskin pun masih simpang siur. Dari wacana
arogansi sampai dendam pribadi.
Apapun itu,
bahwa yang terjadi di panggung utama PRJ malam itu, nilai sebuah
kesolidaritasan tersaji tepat di depan mata ribuan penonton. Dalam
lemparan-lemparan yang masih berluncuran, ketiga personel SID datang
untuk membantu menenangkan penonton. Penonton yang hampir bisa
dikatakan semuanya yang hadir adalah fans SID (selain dari Jabodetabek
ada juga outsiders dari Jawa Barat dan Cirebon yang hadir). Dan
penonton dapat ditenangkan, benda-benda pun semakin jarang berterbangan
dan tampak SID memberi semangat kepada Pee Wee Gaskin untuk tetap
melanjutkan.
Terjebak dalam Identitas
Terjebak dalam Identitas
Sekilas,
identitas mempunyai arti yang penting bagi seseorang. Dan seketika
kita mengasosiasikan identitas dalam bentuk kartu pengenal atau
sebagainya maka itulah rumusan paling sederhana mengenai identitas.
Atau
kita bisa lebih memperuncing masalah ini dengan kata eksistensi.
Menunjukkan eksistensi di kalangan muda adalah primadona. Sebuah
situasi yang didambakan ketika eksistensi itu benar-benar diakui.
Tapi sering kali masyarakat terjebak dalam situasi dalam pengertiannya untuk menunjukkan eksistensi.
Apa
yang terjadi di panggung utama Pekan Raya Jakarta dimana saat itu Pee
Wee Gaskin ditimpuki, adalah bukti bahwa pengkultusan identitas itu
sendiri mematikan ruang berpikir bahkan mematikan hati.
Lalu apakah band patut dipersalahkan mengenai pengkultusan identitas tersebut ???
Setiap
band mempunyai cara tersendiri untuk dapat diterima di masyarakat.
Konsep yang ditawarkan SID sebenarnya sangat sederhana. Bahwa mereka
ingin menjalin sebuah sinergi atas dasar refleksi tentang keadaan bangsa
sekarang ini. Dan apa yang tersaji dalam tema-tema lagunya kebanyakan
juga tentang situasi sosial yang secara keseluruhan bersifat
konstruktif. Tidak sekedar marah-marah dan frustasi akan suatu kondisi
tapi juga mereka mengajak masyarakat khususnya anak muda untuk selalu
proaktif dalam berkarya dan melakukan sesuatu untuk menuju ke sesuatu
yang baru dan lebih baik. Ditambah dengan tampilan dan aksi panggung
mereka yang eksplosive, maka masyarakat sebenarnya sudah coba
diagresikan secara gamblang.
Layaknya sajian di meja makan besar
dengan lampu terang. Tidak sampai hanya itu , mereka menyajikannya juga
dengan lantunan musik yang mudah ditangkap telinga.
Yang
terjadi adalah, masyarakat kita masih suka bergosip salah satunya
lewat cekokan televisi melalui sinetron yang memandulkan segenap panca
indera. Itu satu.
Kedua, konvergensi teknologi yang semakin tinggi menyebabkan arus informasi (gosip) tersebut merata tanpa sela.
Ketiga,
kita sebagai masyarakat tentunya mempunyai pemimpin bangsa yang
menjadi suri teladan. Dan apa yang di sauri tauladankan adalah poltik
identitas.
Politik identitas yang mengukuhkan perbedaan identitas
kolektif, seperti etnis, bahasa, agama, bahasa, dan bangsa, mengalami
gelombang pasang. Dan yang keempat, bagaimana tingkat ekonomi rendah
bangsa ini yang sering menjadi bara penyulut agresi.
Bahwa
faktor yang mendasari sebenarnya sangat banyak. Hanya jika kita telaah
satu persatu, khusunya untuk kaum muda yang notabene secara intensitas
masih sangat tinggi dalam mengkonsumsi produk-produk budaya lewat
media-media baik itu cetak maupun elektronik, integrasi identitas
menjadi point krusial dalam hal ini. Bahwa anak-anak muda masih mudah
silau dengan sajian-sajian kultur popular.
Apa yang dilihat itulah kebenaran. Dan kebenaran yang mereka lihat bersifat mutlak tanpa memberi ruang berinteraksi dengan perbedaan.
Kebenaran
dijadikan identitas bahkan atribut. Mereka berjalan mengenakan atribut
tersebut dan memandang sinis kepada setiap orang yang beratribut lain
ketika berpapasan. Maka peran berbagai pihak sangat dibutuhkan. Karena
hal ini tidak serta merta disemprot dan hilang begitu saja.
Maka “stop pembodohan lewat media khususnya televisi”, dan budayakan musik sebagai usaha penyetaraan makna.
Dan
politik identitas yang digembor-gemborkan oleh pemimpin bangsa ini
harus segera dilawan dengan semangat pondasi dasar negara ini sendiri...
dan kita masih punya Pancasila bukan?
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ASSC World Go Skateboarding Day 2011
PRESS RELEASE
Ini merupakan event tahunan ke 4
yang sudah diselenggarakan oleh ASSC (Association of Solo Raya
Skateboarding Community). Ada yang berbeda dari event peringatan World
Go Skateboarding Day 2011 ini. Event diselenggarakan selama 3 hari
mulai 19 - 21 Juni 2011. Jadwal kegiatan di hari pertama adalah Long
March menggunakan skateboard yang diikuti oleh ratusan skateboarder
dari berbagai daerah Solo dan sekitarnya. Selain Solo diantaranya ada
Boyolali, klaten, sragen, Wonogiri, Sukoharjo, dan Lain lain. Peserta
yang melampaui 200 skater ini berkeliling dari mulai depan Istana
Kraton mangkunegaran Solo - Sriwedari - Slamet Riyadi - Bunderan Gladag
- Kembali ke Ngarsopuro. Dimulai pukul 8 hingga 10 pagi, dilanjutkan
dengan acara skate Demo dari berbagai komunitas dari jam 11 siang
hingga pukul 5 sore.
Hari kedua pada jam 2 siang ada 4 kompetisi flat ground yang diadakan,
diantaranya adalah High Ollie Contest (Ollie Tertinggi), Long Ollie
contest (Ollie dengan gap terpanjang), Tic tac competition, dan kickflip
contest. Peserta sangat antusias dengan game ini, karena cenderung
bisa diikuti oleh semua skater dari kalangan atas dengan skill tinggi,
maupun pemula.
Di hari ketiga merupakan hari yang melibatkan tingkat kompetisi yang
lebih advance, yaitu obstacle competition. Peserta disediakan beberapa
obstacle skate seperti Pyramid, banks, Quarter, box, dan handrail.
Dalam waktu 1 menit diharuskan untuk mencoba berbagai variasi alat.
Penilaian akan tergantung dengan tingkat kesulitan trick, kontinuitas
keberhasilan trick, dan variasi alat yang digunakan. Dalam kompetisi
ini sangat terlihat peningkatan penguasaan alat dari seluruh skate
scene di Solo. Beberapa skater pemula yang tidak disangka, justru
muncul hingga final kompetisi ini. Setelah ASSC sukses menggelar event
ini, di akhir acara beberapa pimpinan ASSC sempat bertemu dengan bapak
walikota dan terjadi perbincangan singkat. Yang intinya Skate scene di
Solo yang telah berhasil sejauh ini menghasilkan prestasi, memohon
untuk pengadaan fasilitas skate yang memadai. Dan beliau Bapak Joko
Widodo (Walikota Solo) telah memberi aba aba / "lampu hijau" bagi ASSC
untuk segera membuat proposal pengadaan skatepark di Kota Solo. Semoga
hal ini dapat terealisasi dan semakin membuat skater Solo lebih maju.
Result:
Kickflip Contest Winner: Andy Kodi - 14 Kickflip
Tic Tac Contest Winner: Yayan
Highest Ollie Winner: Mada & Reza
Long Ollie Winner: Frieza Fawzia - 16 Stacks of Board
Obstacle Competition Result:
1st Yayan
2nd Andy Kodi
3rd Roni Dapa

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SK8BOARDING DAY

Hello Eagles,
This Tuesday, June 21st 2011, celebrate Go Skateboarding Day 2011 with special discounts and giveaways all day long.
http://shop.goldeneagleco.com
Taken from http://goskateboardingday.org :
What It’s All About: On June 21 skateboarders around the globe will celebrate the pure exhilaration, creativity, and spirit of one of the most infuential activities in the world by blowing off all other obligations to go skateboarding. OK, most skateboarders do this every day of their lives, but this is just one more reason to blow off your television/computer/video games and go skateboarding! Skateboarders everywhere will show their love and support for skateboarding by holding fundraisers, contests, protests and demos. They’ll skate across cities, gather in skateparks, stream into their local skate shop and some will even revel in the solitary act of skateboarding alone at their favorite spot, all bringing together the skateboarding community in the grind heard around the world.Fly High,
The History: Go Skateboarding Day, held on June 21 every year, is the official holiday of skateboarding. The holiday began June 21, 2003 as an excuse for skateboarders to make skateboarding their top priority. Go Skateboarding Day began with a few simple skate sessions and bar-b-ques held in skateboarding’s unofficial capital, southern California.
Founded by the International Association of Skateboard Companies (IASC), Go Skateboarding Day gives passionate skateboarders as well as those who are simply inspired by skateboarding, the opportunity to drop everything and get on a skateboard.Go Skateboarding Day is a cooperative of decentralized events that take place around the globe. Skateboard retailers, manufacturers, skateparks, distributors, organizations and individuals of all colors, creeds, and attitudes hold skateboarding events to celebrate the holiday. Skateboarders around the world create their own events and traditions to celebrate skateboarding.
Go Skateboarding Day originated as the day for skateboarders to have fun, to raise awareness about the issues we face; to show the world what skateboarding is really all about; to reclaim our culture; and to define skateboarding as the rebellious, creative celebration of independence it continues to be. In the years since that first celebration, the holiday continues to grow, but the mission remains the same: Have fun, go skateboarding!
The Golden Eagle
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Opening Loco Shop Jakarta


0 komentar:
Posting Komentar