Hi guys, WELCOME TO JUNE!
Gua mau bagi2 info bout film on june! Simak yah..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"KENTUT"
- Produser: Deddy Mizwar, Zairin Zain
- Sutradara: Aria Kusumadewa
- Penulis: Aria Kusumadewa, Aria Kusumadewa
- Pemeran: Deddy Mizwar, Ira Wibowo, Keke Soeryo, Cok Simbara
- Tanggal edar: Rabu, 01 Juni 2011
- Sutradara: Aria Kusumadewa
- Penulis: Aria Kusumadewa, Aria Kusumadewa
- Pemeran: Deddy Mizwar, Ira Wibowo, Keke Soeryo, Cok Simbara
- Tanggal edar: Rabu, 01 Juni 2011
Sinopsis : Setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup manusia pasti memiliki arti dan makna, itulah yang ingin disampaikan lewat film terbaru produksi Citra Sinema berjudul Kentut. Sebuah tema yang sedikit nyeleneh namun memiliki pesan moral dan sosial yang dalam.
Kentut berkisah pertarungan dua pasang kandidat bupati di Kabupaten Kuncup Mekar. Patiwa (Keke Soeryo) dan lawannya Jasmera (Deddy Mizwar) harus melakukan kampanye sebelum hari pemilihan tiba. Masing-masing memiliki tim sukses dan cara yang berbeda dalam menyambut Pilkada.
Beragam cara dilakukan oleh kedua kandidat ini, jika Patiwa lebih mengedepankan program-program kemasyarakatan. Jasmera bersama Delarosa (Iis Dahlia) penyanyi dangdut yang digandeng sebagai calon wakil bupati memiliki tema kampanye dengan slogan anti kemunafikan dan memiliki program kampanye kontroversial bahkan cenderung nyeleneh.
Kisah semakin rumit saat Patiwa harus dirawat di rumah sakit karena tertembak setelah berkampanye. Bahkan Patiwa harus merelakan tempatnya diambil alih oleh bupati yang saat itu sedang menjabat karena tidak mampu mengikuti Pilkada. Calon bernomor urut 1 itu belum bisa keluar rumah sakit karena belum kentut. Nah lho, kok bisa ya?
Film berdurasi 90 menit ini memang sedikit unik, beragam sentilan dan kritik disampaikan oleh sang sutradara. Salah satunya ketika rumah sakit yang merupakan tempat untuk menyembuhkan pasien menjadi tidak nyaman ketika berubah menjadi ruang politik. Mulai dari pemuka agama dan wartawan sampai masyarakat turut meramaikan rumah sakit untuk memberi dukungan kepada calon bupati.
Aria Kusumadewa yang terkenal lewat karya-karya tidak biasanya di Beth (2002) Novel Tanpa Huruf R (2003) dan Identitas (2009) kembali menjadikan Kentut sebagai buah pemikirannya yang kreatif. Jadi jika anda penasaran dengan kisah ini, saksikan Kentut di bioskop mulai 1 Juni 2011. (21.cineplex.com)
Beragam cara dilakukan oleh kedua kandidat ini, jika Patiwa lebih mengedepankan program-program kemasyarakatan. Jasmera bersama Delarosa (Iis Dahlia) penyanyi dangdut yang digandeng sebagai calon wakil bupati memiliki tema kampanye dengan slogan anti kemunafikan dan memiliki program kampanye kontroversial bahkan cenderung nyeleneh.
Kisah semakin rumit saat Patiwa harus dirawat di rumah sakit karena tertembak setelah berkampanye. Bahkan Patiwa harus merelakan tempatnya diambil alih oleh bupati yang saat itu sedang menjabat karena tidak mampu mengikuti Pilkada. Calon bernomor urut 1 itu belum bisa keluar rumah sakit karena belum kentut. Nah lho, kok bisa ya?
Film berdurasi 90 menit ini memang sedikit unik, beragam sentilan dan kritik disampaikan oleh sang sutradara. Salah satunya ketika rumah sakit yang merupakan tempat untuk menyembuhkan pasien menjadi tidak nyaman ketika berubah menjadi ruang politik. Mulai dari pemuka agama dan wartawan sampai masyarakat turut meramaikan rumah sakit untuk memberi dukungan kepada calon bupati.
Aria Kusumadewa yang terkenal lewat karya-karya tidak biasanya di Beth (2002) Novel Tanpa Huruf R (2003) dan Identitas (2009) kembali menjadikan Kentut sebagai buah pemikirannya yang kreatif. Jadi jika anda penasaran dengan kisah ini, saksikan Kentut di bioskop mulai 1 Juni 2011. (21.cineplex.com)
Sumber: TRIBUNNEWS.COM
"Hati Merdeka (Merah Putih III)"
- Produser: Hashim Djojohadikusumo, Rob Allyn, Seth Baron, Dewi Beck, Rahayu Saraswati, Wilza Lubis, Conor Allyn, Jeremy Stewart, Gary L Hayes
- Sutradara: Yadi Sugandi, Conor Allyn
- Penulis: Conor Allyn, Rob Allyn
- Pemeran: Donny Alamsyah, Rahayu Saraswati, T Rifnu Wikana, Atiqah Hasiholan, Lukman Sardi, Astri Nurdin, Darius Sinathrya, Rudy Wowor, Ario Bayu, Michael Bell
- Tanggal edar: Kamis, 09 Juni 2011
- Sutradara: Yadi Sugandi, Conor Allyn
- Penulis: Conor Allyn, Rob Allyn
- Pemeran: Donny Alamsyah, Rahayu Saraswati, T Rifnu Wikana, Atiqah Hasiholan, Lukman Sardi, Astri Nurdin, Darius Sinathrya, Rudy Wowor, Ario Bayu, Michael Bell
- Tanggal edar: Kamis, 09 Juni 2011
Sinopsis : Dengan latar belakang masa-masa kelam revolusi di awal tahun 1948, HATI MERDEKA mengikuti perjalanan sekelompok kadet yang kemudian menjadi pasukan gerilya elit setelah kejadian pembunuhan massal para kadet calon prajurit di tahun 1947 (sebuah cerita yang didasarkan kisah nyata tentang perang yang mengakibatkan terbunuhnya kedua paman Hashim pada peristiwa Lengkong tahun 1946). Diperankan secara apik oleh semua bintang film muda Indonesia (Donny Alamsyah, nominasi sebagai Aktor Terbaik untuk MERAH PUTIH di Festival Film Bandung 2010, T. Rifnu Wikana dan Lukman Sardi, nominasi sebagai Aktor Terbaik dan Aktor Pendukung Terbaik untuk DARAH GARUDA baru-baru ini di Indonesia Movie Awards, bersama dengan Aldy Zulfikar sebagai Pendatang Baru Terbaik memerankan serdadu kecil bernama Budi), Rahayu Saraswati, pemenang Aktris Terbaik di Bali International Film Festival 2009 untuk Merah Putih dan Darius Sinathrya yang memiliki peran terbesarnya dalam film ini.
Setelah menyelesaikan misi yang berakhir tragis dengan kehilangan anggota kelompok ini, kesetiaan kelompok ini kembali diuji dengan mundurnya pimpinan mereka, Amir (Lukman Sardi) dari Angkatan Darat. Tanpa pemimpin dan dengan dirundung kesedihan karena kehilangan mereka, para kadet membawa dendam mereka dalam perjalanan misi mereka ke Bali tempat Dayan yang bisu (T. Rifnu Wikana) tinggal, untuk membalas dendam kepada Belanda. Mereka dikirim ke Bali untuk membunuh Kolonel Raymer (Michael Bell, aktor berbakat dari Inggris yang meninggal April lalu), yang telah membunuh keluarga Tomas (Donny Alamsyah) di awal trilogi ini. Tomas telah dipilih sebagai pemimpin baru dari kelompok kadet ini. Menghadapi meriam kapal perang Belanda, Marius yang playboy dan peminum (Darius Sinathrya) harus mengatasi rasa takutnya karena persaingannya dengan Tomas untuk memperebutkan Senja, seorang gadis berdarah biru (Rahayu Saraswati).
Sesampainya di Bali, kelompok taruna ini menyelamatkan Dayu (pemeran baru Ranggani Puspandya) dari kekejaman kelompok milisi KNIL Kolonel Raymer, tapi salah satu dari kelompok kadet ini hampir saja mati terbunuh. Saat teman mereka sedang berjuang antara hidup dan mati, kelompok kadet ini bertemu dengan pemimpin pemberontak bawah tanah Wayan Suta (diperankan oleh penyanyi Nugie). Tomas bentrok dengan pimpinan mereka terdahulu, Amir (Lukman Sardi) saat mereka merencanakan serangan terakhir untuk melawan milisi Raymer yang menimbulkan pertanyaan: Sejauh mana revolusi ini bisa menghancurkan kejahatan dan tetap mempertahankan idealismenya?
Setelah menyelesaikan misi yang berakhir tragis dengan kehilangan anggota kelompok ini, kesetiaan kelompok ini kembali diuji dengan mundurnya pimpinan mereka, Amir (Lukman Sardi) dari Angkatan Darat. Tanpa pemimpin dan dengan dirundung kesedihan karena kehilangan mereka, para kadet membawa dendam mereka dalam perjalanan misi mereka ke Bali tempat Dayan yang bisu (T. Rifnu Wikana) tinggal, untuk membalas dendam kepada Belanda. Mereka dikirim ke Bali untuk membunuh Kolonel Raymer (Michael Bell, aktor berbakat dari Inggris yang meninggal April lalu), yang telah membunuh keluarga Tomas (Donny Alamsyah) di awal trilogi ini. Tomas telah dipilih sebagai pemimpin baru dari kelompok kadet ini. Menghadapi meriam kapal perang Belanda, Marius yang playboy dan peminum (Darius Sinathrya) harus mengatasi rasa takutnya karena persaingannya dengan Tomas untuk memperebutkan Senja, seorang gadis berdarah biru (Rahayu Saraswati).
Sesampainya di Bali, kelompok taruna ini menyelamatkan Dayu (pemeran baru Ranggani Puspandya) dari kekejaman kelompok milisi KNIL Kolonel Raymer, tapi salah satu dari kelompok kadet ini hampir saja mati terbunuh. Saat teman mereka sedang berjuang antara hidup dan mati, kelompok kadet ini bertemu dengan pemimpin pemberontak bawah tanah Wayan Suta (diperankan oleh penyanyi Nugie). Tomas bentrok dengan pimpinan mereka terdahulu, Amir (Lukman Sardi) saat mereka merencanakan serangan terakhir untuk melawan milisi Raymer yang menimbulkan pertanyaan: Sejauh mana revolusi ini bisa menghancurkan kejahatan dan tetap mempertahankan idealismenya?
"Pelet Kuntilanak"
- Produser: Shanx RS, Nova Ramalina, Gobind Punjabi
- Sutradara: Koya Pagayo
- Penulis: Herry B Arissa, Ery Sofid
- Pemeran: Debby Ayu, Cinta Dewi, Angie Yulia, Billy AS, Yudha Putra, Aria Bahari, Daeng
- Tanggal edar: Rabu, 01 Juni 2011
- Sutradara: Koya Pagayo
- Penulis: Herry B Arissa, Ery Sofid
- Pemeran: Debby Ayu, Cinta Dewi, Angie Yulia, Billy AS, Yudha Putra, Aria Bahari, Daeng
- Tanggal edar: Rabu, 01 Juni 2011
Sinosis : Pelet Kuntilanak awalnya berjudul Pelet Celena Dalam. Sayangnya judul itu tidak mendapat restu dari LSF (Lembaga Sensor Film) hingga harus dirubah menjadi Pelet Kuntilanak.
Dibawah bendera Sentra Film, Shanker sebagai produser kembali menggaet Koya Pagayo (Nayato Fio Nuala) di bangku sutradara.
Deretan pemain diisi oleh pemain muda seperti Debby Ayu, Cinta Dewi, serta Billy Davidson. Praktis hanya Angie Yulia yang sebelumnya sudah beberapa kali main di film layar lebar seperti Virgin dan Hantu Jeruk Purut.
Duet Shanker dan Koya Pagayo masih setia di jalur horor mencekam dengan tampilan anak mudanya yang seksi. Bedanya, kali ini cerita dibalut dengan ilmu pelet yang kemudian munculnya hantu atau setan yang meneror para pelaku ilmu pelet.
Kisah bermula ketika Pamela (Debby Ayu) sering menggunakan pelet celana dalam untuk menggaet pria yang diinginkannya. Galibnya film horor Indonesia kebanyakan, seluruh korban Pamela pun mati satu persatu.
Pamela sendiri mempunyai dua teman dekat bernama Tantri (Cinta Dewi) dan Vega (Tantri Yulia).
Kisah lalu berputar dimana Tantri mengikuti cara Pamela menggunakan ilmu pelet plus ilmu santet untuk membalaskan dendamnya pada pria-pria yang memperkosanya. Sayangnya tidak ada yang gratis di dunia ini, bahkan mahkluk halus pun meminta upah atas jasa yang mereka berikan lewat pelet dan santet. Pamela dan Tantri harus membayar semua itu dengan taruhan nyawa.
Shanker coba mengedepankan tema slasher di filmnya kali ini. Hal itu ia tunjukkan dengan memasukkan banyaknya darah, gorok-menggorok serta tikam-menikam.
Namun sayang, alur cerita di film ini tidak dihadirkan dengan baik. Penonton dipaksa memahami kejadian yang ada dalam film tanpa memberi penjelasan atas yang sebenar nya terjadi. Yang tersisa hanyalah ketegangan (ala horor Indonesia) dan (pastinya) wanita-wanita muda dengan keseksiannya.
Akting para pemain juga tidak ada yang terbilang spesial. Debby Ayu, Cinta Dewi dan lainnya tampil biasa.
Seperti yang diutarakan Shanker sebelumnya, Pelet Kuntilanak mencoba memperingatkan orang-orang yang masih menggunakan pelet dalam mencapai suatu keinginan.
"Film ini memberikan pesan janganlah menggunakan ilmu pelet dalam mencapai suatu keinginan," pesannya.
Dibawah bendera Sentra Film, Shanker sebagai produser kembali menggaet Koya Pagayo (Nayato Fio Nuala) di bangku sutradara.
Deretan pemain diisi oleh pemain muda seperti Debby Ayu, Cinta Dewi, serta Billy Davidson. Praktis hanya Angie Yulia yang sebelumnya sudah beberapa kali main di film layar lebar seperti Virgin dan Hantu Jeruk Purut.
Duet Shanker dan Koya Pagayo masih setia di jalur horor mencekam dengan tampilan anak mudanya yang seksi. Bedanya, kali ini cerita dibalut dengan ilmu pelet yang kemudian munculnya hantu atau setan yang meneror para pelaku ilmu pelet.
Kisah bermula ketika Pamela (Debby Ayu) sering menggunakan pelet celana dalam untuk menggaet pria yang diinginkannya. Galibnya film horor Indonesia kebanyakan, seluruh korban Pamela pun mati satu persatu.
Pamela sendiri mempunyai dua teman dekat bernama Tantri (Cinta Dewi) dan Vega (Tantri Yulia).
Kisah lalu berputar dimana Tantri mengikuti cara Pamela menggunakan ilmu pelet plus ilmu santet untuk membalaskan dendamnya pada pria-pria yang memperkosanya. Sayangnya tidak ada yang gratis di dunia ini, bahkan mahkluk halus pun meminta upah atas jasa yang mereka berikan lewat pelet dan santet. Pamela dan Tantri harus membayar semua itu dengan taruhan nyawa.
Shanker coba mengedepankan tema slasher di filmnya kali ini. Hal itu ia tunjukkan dengan memasukkan banyaknya darah, gorok-menggorok serta tikam-menikam.
Namun sayang, alur cerita di film ini tidak dihadirkan dengan baik. Penonton dipaksa memahami kejadian yang ada dalam film tanpa memberi penjelasan atas yang sebenar nya terjadi. Yang tersisa hanyalah ketegangan (ala horor Indonesia) dan (pastinya) wanita-wanita muda dengan keseksiannya.
Akting para pemain juga tidak ada yang terbilang spesial. Debby Ayu, Cinta Dewi dan lainnya tampil biasa.
Seperti yang diutarakan Shanker sebelumnya, Pelet Kuntilanak mencoba memperingatkan orang-orang yang masih menggunakan pelet dalam mencapai suatu keinginan.
"Film ini memberikan pesan janganlah menggunakan ilmu pelet dalam mencapai suatu keinginan," pesannya.
"Surat Kecil Untuk Tuhan"
- Produser: Sarjono Sutrisno, Harris Nizam
- Sutradara: Harris Nizam- Penulis: Beby Hasibuan, Agnes Davonar
- Pemeran: Alex Komang, Dinda Hauw, Dwi Andhika, Esa Sigit, Ranty Purnamasari, Egi John Foreisythe
- Tanggal edar: Kamis, 07 Juli 2011
Sinopsis : Surat Kecil Untuk Tuhan bercerita tentang remaja bernama Gita Sesa Wanda Cantika atau Keke yang berjuang melawan penyakit kanker jaringan lunak (Rhabdomyosarcoma). “Film ini sebenarnya tentang perjuangan remaja, yang berjuang hidup normal walau dirinya menderita penyakit kanker ganas,” jelas sutradara Surat Kecil Untuk Tuhan, Harris Nizam.
Awalnya kisah hidup Keke hanya bisa dibaca secara online melalui blog pribadi Agnes Davonar, namun sejak kisah ini dibaca oleh 350.000 pembaca online. Agnes mengangkatnya dalam bentuk novel dengan judul yang sama. Selain dihadiri oleh para pemainnnya, dalam acara syukuran ini juga dilakukan pelepasan balon ke udara dan ziarah sekaligus tabur bunga ke makam Keke.
Walau diangkat dari kisah nyata film ini juga mengalami penyesuaian naskah demi kesempurnaan film. Tanpa mengurangi kisah hidup Keke, film ini diharapkan bisa memberi inspirasi bagi para pembaca novel dan siapa saja yang nantinya menonton film Surat Kecil Untuk Tuhan.
Awalnya kisah hidup Keke hanya bisa dibaca secara online melalui blog pribadi Agnes Davonar, namun sejak kisah ini dibaca oleh 350.000 pembaca online. Agnes mengangkatnya dalam bentuk novel dengan judul yang sama. Selain dihadiri oleh para pemainnnya, dalam acara syukuran ini juga dilakukan pelepasan balon ke udara dan ziarah sekaligus tabur bunga ke makam Keke.
Walau diangkat dari kisah nyata film ini juga mengalami penyesuaian naskah demi kesempurnaan film. Tanpa mengurangi kisah hidup Keke, film ini diharapkan bisa memberi inspirasi bagi para pembaca novel dan siapa saja yang nantinya menonton film Surat Kecil Untuk Tuhan.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Segini aja informasi tentang film terbaru yang sekarang sedang beredar diputar di bioskop dimanapun kota anda berada (eaa lebeh). Semoga informasi mengenai film terbaru Juni 2011 dapat membantu teman-teman untuk mengupdate informasi tentang film-film terbaru Indonesia. Amin



0 komentar:
Posting Komentar